PHPPHP Dasar

Tutorial PHP Part 9: Variabel dan Penulisan di PHP

Variabel dan Penulisan di PHP

Pada tutorial sebelumnya, kita sudah membahas tentang penulisan komentar kode PHP. Sekarang, kita akan lanjut membahas ke tutorial selanjutnya, yaitu cara membuat variabel dan penulisannya di dalam PHP.


Apa itu Variabel?

Variabel adalah sebuah wadah untuk menyimpan nilai, dan nilai yang ada di dalam variabel bisa kita ubah, ibaratkan saja variabel seperti sebuah memori atau ambil contoh tempat pensil (sebagai variabel) yang diisikan pulpen (sebagai nilai) didalamnya. Apabila kita membahas variabel, maka kita juga akan membahas atau mengenal deklarasi. Variabel merupakan sebuah hasil, sedangkan deklarasi merupakan proses untuk menciptakan hasil tersebut. Variabel inti dari semua bahasa pemrograman yang ada, hal ini berkaitan dengan fungsi variabel yang mana karena variabel tersebut kita dapat memanipulasi data input menjadi nilai yang kita inginkan.

Tapi, kita tidak boleh sembarangan menuliskan variabel. Karena variabel merupakan inti dan tentu sangat penting dalam sebuah bahasa pemrograman, maka saat menuliskannya harus sesuai aturan yang ada. Apa saja aturan untuk menuliskan variabel? Berikut adalah aturannya.

Variable dan Penulisan di PHP

1. Diawali Tanda $ (Dollar)

Pada penulisan variabel di dalam PHP harus diawali dengan dollar sign atau tanda dolar ($). Setelah tanda $, sebuah variabel dalam PHP harus diikuti dengan huruf atau underscore (_) untuk karakter pertama dan harus hindari menggunakan huruf atau simbol lainnya. Selanjutnya, variabel dapat diikuti dengan huruf, angka, atau underscore (_) sebagai karakter kedia dan seterusnya. Minimal panjang variabel yaitu 1 karakter setelah tanda $.

Untuk contoh penggunaan variabel yang benar adalah seperti dibawah ini:

<?php 
$i;
$nama;
$umur;
$negara;
$tempat_tinggal;
$_tgl_lahir;
 ?>

Berikut ini adalah contoh penulisan variabel yang salah:

<?php 
$4yam; /*ingat bahwa variabel tidak boleh diawali dengan angka*/
$nama tiga; /*ingat bahwa variabel tidak boleh mengandung spasi*/
$umur !* /*ingat bahwa variabel tidak boleh mengandung karakter khusus*/
 ?>

2. Sifatnya Case Sensitif

Bukan hanya manusia saja yang memiliki sifat sensitif, variabel juga memiliki sifat Case Sensitif. Untungnya, sifat sensitif pada variabel ini tidak membuatnya mudah marah, namun malah menunjukkan salah satu kemampuannya, yaitu mampu membedakan variabel yang ditulis dengan huruf besar dan kecil. Hal ini tentu membuat penulisan $pacar != (tidak sama dengan) $Pacar dan juga $PACAR. Berdasarkan hal ini, kita harus usahakan untuk selalu menggunakan huruf kecil pada seluruh nama variabel yang akan kita buat, agar tidak mendapat masalah dengan kesensitifan PHP.

3. Memberikan Nilai Pada Variabel

Saat kita mau memberikan nilai pada sebuah variabel, PHP telah menganjurkan kita untuk selalu menggunakan tanda sama dengan (=) saat memberi nilai pada sebuah variabel. Kenapa harus seperti itu? Karena dengan menggunakan tanda (=), kita akan dengan mudah mengidentifikasi bahwa variabel memiliki sebuah Nilai. Contohnya seperti dibawah ini:

<?php 
$nama = "Brian Harris";
$umur = 16;
$msg = "Belajar PHP itu mudah loh, buruan belajar di Iltekkomputer.com sekarang!"
 ?>

4. Variabel PHP Tidak Memiliki Tipe (Loosely Type Language)

Loosely Type Language adalah jenis bahasa pemrograman yang variabelnya tidak terikat pada sebuah tipe tertentu dan PHP termasuk didalamnya. Artinya, setiap variabel pada PHP bebas diisi dengan nilai apa pun itu. Contohnya seperti dibawah ini:

<?php 
$i = 16 // nilai variabel i kita isi angka (integer)
$i = "Hai" // nilai variabel i kita ubah menjadi kata (string)
$i = 20.22 // nilai variabel i kita ubah menjadi desimal (float)
 ?>

5. Predefined Variables

Predefined Variables atau biasa disebut sebagai variabel sistem PHP merupakan sekumpulan variabel yang telah didefinisikan atau dipakai secara sistem oleh PHP. Kita tidak boleh menggunakan nama-nama yang termasuk Predefined Variables saat membuat nama pada variable, karena akan menimbulkan kebingungan pada PHP untuk menjalankan tugasnya. Berdasarkan hal tadi, kita harus hindari kesalahan tersebut dengan tidak membuat variable dengan nama yang sama dengan Predefined Variable. Berikut ini adalah contoh Predefined Variables:

$GLOBALS;
$_SERVER;
$_GET;
$_POST;
$_FILES;
$_REQUEST;
$_SESSION;
$_ENV;
$_COOKIE;
$php_errormsg;
$HTTP_RAW_POST_DATA;
$http_response_header;
$argc;
$argv;

Untuk daftar nama-nama Predefined Variables lebih banyak, anda bisa lihat di website resmi php yang beralamat http://php.net/manual/en/reserved.variables.php.


Kita telah selesai  membahas tentang variabel dan penulisannya di dalam PHP. Pada tutorial selanjutnya, kita akan membahas konstanta dan penulisannya di PHP. Dimana, konstanta hampir sama dengan variable, hanya saja yang membedakan bahwa variabel bisa diubah nilainya sedangkan konstanta tidak bisa diubah nilainya.

Tags

Brian Harris

Seseorang yang tertarik dengan Dunia IT terutama di bidang Web Programming dan ingin menjadi Full-stack Developer.

Related Articles

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Back to top button
Close