PHPPHP Dasar

Tutorial PHP Part 10: Konstanta dan Penulisan di PHP

Konstanta dan Penulisan di PHP

Pada tutorial sebelumnya, kita sudah membahas tentang variabel dan penulisannya di PHP. Sekarang kita akan lanjut membahas ke tutorial selanjutnya, yaitu cara membuat konstanta dan penulisannya di PHP.


Apa itu Konstanta?

Konstanta adalah pengidentifikasi atau nama sederhana yang dapat diberikan nilai tetap apa pun. Konstanta seperti dengan variabel hanya saja konstanta tidak dapat diubah nilainya seperti variabel. Mereka tetap konstan di seluruh program dan tidak dapat diubah selama proses eksekusi. Setelah sebuah konstanta didefinisikan value pada konstanta tidak dapat dibatalkan atau didefinisikan ulang.

Pengidentifikasi konstanta harus ditulis dalam huruf besar setelah konvensi. Secara default, konstanta bersifat case-sensitive. Nama konstanta tidak boleh dimulai dengan angka. Konstanta harus dimulai dengan huruf atau garis bawah, diikuti dengan huruf, angka atau garis bawah. Konstanta juga sama dengan variabel, yaitu bahwa konstanta juga memiliki ciri penulisannya sendiri, yaitu sebagai berikut:

1. Pendefinisian Konstanta di PHP

Untuk melakukan pendefinisian konstanta, kita harus memenuhi 2 syarat berikut. Pertama, menggunakan kata kunci, yaitu dengan menambahkan nilai kepada sebuah variabel, tetapi di dahului dengan kata const. (keyword) const. Kedua, menggunakan fungsi define. Apabila menggunakan fungsi define, kita membutuhkan 2 nilai, yaitu nama konstanta dan nilainya. Adapun perbedaan const dan fungsi define, yaitu const hanya dapat digunakan pada top-level scope, yakni harus dalam lingkungan global PHP. Sedangkan, di dalam fungsi, loop, atau kondisi if kita harus menggunakan define.

Berikut ini adalah format atau cara penulisan const dan fungsi define:

const nama_konstanta = nilai_konstanta;
define ("nama_konstanta", nilai_konstanta);

Apabila bentuk konstanta dalam PHP berupa sebuah kata, kita harus awali dengan huruf atau underscore (_) dan pada karakter kedua dan selanjutnya dapat diikuti dengan huruf, angka, ataupun underscore (_).

Apabila kalian masih bingung, berikut ini adalah contoh sederhana nya:

<?php 
    const WEBSITE = "Iltekkomputer";
    define ("NAMA_ADMIN", "Brian Harris");
    const _CITA2 = "Expert Programmer";
    define ("UMUR", 17);

    echo WEBSITE; //Iltekkomputer
    echo "<br>";
    echo NAMA_ADMIN; //Brian Harris
    echo "<br>";
    echo _CITA2; //Expert Programmer
    echo "<br>";
    echo UMUR; //17
?>

Apabila kita jalankan script diatas pada browser, maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini:

contoh penggunaan konstanta

2. Case Sensitif

Sifat konstanta yang case sensitif hampir sama seperti variabel. Sifat case sensitif ini juga membuat konstanta mampu membedakan huruf besar dan kecil dan dianggap berbeda. misalnya SAYA, SaYa, dan saya jika diartikan dengan 3 konstanta, maka itu akan berbeda setiap namanya. Hal ini berdasarkan kesepakatan, bahwa penulisan konstanta dianjurkan menggunakan HURUF BESAR. Hal ini bertujuan supaya lebih mudah untuk membedakan antara konstanta dengan variabel.

3. Nilai Konstanta Tidak Bisa Diubah

Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa sifat konstanta ini berlawanan dengan variabel yang identik dengan dinamis. Hal ini menyebabkan apabila sebuah konstanta lebih didefinisikan, maka tidak bisa diubah.

Berikut ini adalah contoh sederhana error konstanta ketika kita merubah sebuah nilai didalamnya:

<?php 
    define ("TUGAS", "Web Design");
    echo TUGAS;
    define ("TUGAS", "Pemrograman Dasar");
?

Apabila kita jalankan di browser, maka akan muncul seperti gambar dibawah ini:

contoh error di konstanta

Selain itu, konstanta dalam PHP hanya dapat berisi tipe data sederhana (skalar), seperti contohnya string, boolean, integer, dan float. Sedangkan variabel bisa di isi dengan tipe data turunan seperti array, objek, ataupun resources.

4. Predefined Constant

Definisi Predefined Constant sama seperti variabel. PHP tidak pilih kasih dan telah membuat beberapa konstanta yang telah didefinisikan dan tidak bisa diubah nilainya. Namun, ada pengecualian, yang mana Predefined Constant dalam PHP akan bertambah tergantung modul yang ada. Berikut ini beberapa Predefined Constant pada sistem ini milik PHP:

PHP_VERSION, PHP_MAJOR_VERSION, PHP_MINOR_VERSION,
PHP_RELEASE_VERSION, PHP_VERSION_ID, PHP_EXTRA_VERSION,
PHP_ZTS, PHP_DEBUG, PHP_MAXPATHLEN, PHP_OS, PHP_OS_FAMILY,

Untuk melihat daftar Predefined Constant diatas lebih lengkap, kalian bisa lihat pada web resmi PHP yang beralamat https://www.php.net/manual/en/reserved.constants.php.

Tags

Brian Harris

Seseorang yang tertarik dengan Dunia IT terutama di bidang Web Programming dan ingin menjadi Full-stack Developer.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close